Ayo Kita Pulang

Buat kawanku

 

Kau dengar percik tembakau yang disulut

dan gerimis cuma rintik

Aku tahu ia tak akan lama

Sampai sloki-sloki terakhir kita reguk

 

Selokan bacin

Jalanan licin

Kita bercakap

Ketawa kalap

 

Musik berdentum, memekakkan telinga kita masing-masing

Kau menjerit-jerit, kita semua condong pada corong bibirmu

“Musik angkot, asu!” Kau mengutuki belasan kali.

Malam bebal, malam melentur, malam memanjang

 

Trotoar retak tampak lengang

dan kita taruh bokong masing-masing di muka

Berlabuh di jalanan sebelum los Pasar Johar yang hangus

oleh bara yang meniadakan rupa, hanya tinggal nostalgia

 

Di sudut angkringan itu kita membantah apa-apa yang abstrak

sanggah-menyanggah soal politik maupun ketuhanan

Pertalian erat, kawan tinggal berdampingan

Sekilas dialog lekas berlalu dan listrik lampu kota tercelik korsleting

 

Kita tak sedang bermain truf

cuma ngoceh hingga lelah berbincang

sampai-sampai jarum jam cepat-cepat menunjuk pagi

Dan azan yang meraung di langit purba menjadi tenggat sebuah perjumpaan.

 

“Ayo kita pulang, ndes.

 

 

 

 

Satu respons untuk “Ayo Kita Pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s