Latin America Now!

León Larregui – Brillas, akhir-akhir ini saya suka mendengarkan lagu ini. Memang playlist musik saya tidak jauh-jauh dari musik-musik Latin, terutama musisi Meksiko. Lagu Brillas itu membicarakan tentang cinta sepasang kekasih, yang saya pikir, si cowoknya lagi berbunga-bunga terbuai cinta. Lagu ini jadi sarana yang cocok menggambarkan momen bahagia si cowok pada ceweknya. Besar kemungkinan begitu.

Lagu-lagu Meksiko yang nggak ada matinya lagi datang dari seorang perempuan yang kharismatik, punya selera tinggi dengan pembawaan yang menarik. Ia Natalia Lafourcade. Saya suka lagunya yang berjudul Tú Me Acostumbraste, dengan tambahan penyanyi senior Omara Portuondo. Lagunya enak sekali waktu didengarkan persis saat cahaya matahari pagi baru menyingsing, terus berjalan ke kantor sambil berhati-hati lompat-lompat kecil menghindari tahi ayam & kucing di gang tikus yang saban hari saya lewati. Paling tidak, dengan adanya lagu itu, tahi-tahi bisa seindah bunga-bunga daisy.

Saya menyukai kebudayaan Latin. Awalnya karena saya baca novel sastra klasik Latin yang begitu disembah Gabriel García Márquez, berjudul Pedro Páramo karangan Juan Rulfo. Márquez bahkan mengklaim bahwa dia hapal semua adegan-adegan yang ada di buku bertebal sedang itu, beserta letak halamannya. Memang ceritanya bagus sekali. Gelap, surealis, sedikit horor, dan tentu daya magisnya bak dukun gelar kampiun. Novel-novel lain ada Rumah Kertas dari Carlos María Domínguez. Bikin gila, soalnya ceritanya tentang orang-orang yang gila, dan ditulis oleh orang gila juga. Gila. Yang lain-lain menyusul, paling tidak pernah baca Cien años de soledad de Gabo (100 Hundred Years of Solitude from Gabo). Ini daftar-daftar paling mainstream di kalangan penikmat Latin. Ingin rasanya tenggelam di dalamnya (tapi nggak mau gila juga kaya tokoh-tokohnya Dominguez!).

Umumnya daya imajinasi orang-orang Latin itu di atas rata-rata. Terbukti dengan film-film yang beberapa tahun terakhir ini selalu dimenangkan oleh tokoh-tokoh Latin. Jika diperhatikan, semua unsur-unsur penceritaannya berbeda jauh dari khasanah per-Hollywood-an. Saya beralih ke film-film Latin yang ikut festival-festival karena Hollywood sudah tidak menjanjikan cerita yang mengenyangkan. Maksudnya, polanya sama dan membosankan. Apalagi dengan adanya sequel dan lain-lain itu (film superhero saya betul-betul ogah!). Selain sequel, juga spin-off. Pokoknya nggak jauh-jauh dari yang di situ-situ. Mbok ya jangan duit terus. Tapi emang itu tujuannya, ding, ya?

Film Meksiko lagi terang-terangnya nih, mereka boleh sombong. Yang terbaru kemarin ada Roma, buah pikiran Alfonso Cuarón. Sebelumnya Shape of Water-nya Guillermo del Toro. Ingat Birdman? Yang bikin kita mikir keras itu? Siapa sutradaranya? Alejandro González Iñárritu dari Meksiko. The Revenant juga punya dia. Tiga orang itu dari Meksiko. Belum film-film lainnya. Ambil satu aktor kawakan dari Meksiko seperti Gael Garcia Bernal. Dia yang main The Motorcycle Diaries, film yang menceritakan tentang tokoh Revolusi Kuba Che Guevarra. Saya suka sekali film yang diperankan Bernal itu dan selalu mencari film yang mirip-mirip, tapi nggak ada -dan malas mencari lagi sebenarnya. Terakhir saya nonton film Latin berjudul El Comienzo del Tiempo (masih dari Meksiko lagi) di acara Latin American Film Festival yang diselenggarakan oleh komunitas film Jakarta Cinema Club (JACk) beserta LiveLife, platform yang membantu penyelenggara acara menemukan tempat & komunitas untuk berkolaborasi. Filmnya bikin saya nangis. Rasanya dada saya berdebam cukup keras dan membuat muara-muara kecil di ujung mata saya. Menceritakan tentang orang tua, yang renta dan bagaimana pun, harus tetap hidup.

Sekarang saya lagi belajar bahasa Spanyol (yang juga dituturkan Latinos karena masih serumpun). Saya belajar di Udemy, platform belajar online. Murah dan menyenangkan. Tapi akhir-akhir ini karena sibuk jadi sering terbengkalai. Tujuan belajar bahasa Spanyol tak lain dan tak bukan adalah supaya bisa baca novel-novel Latin, tanpa harus nunggu ada terjemahannya dari Mas Ronny Agustinus (maaf mas, saya nggak sabaran. Tapi tiap terjemahan Mas sedang saya coba kumpulkan. Terima kasih Mas!). Terjemahan Mas Ronny mau terbit ada novel legendaris Latin dari sang pemenang Nobel Sastra (1967) Miguel Ángel Asturias yang berjudul  El Señor Presidente. Selain penulis, Asturias adalah diplomat dari Guatemala! Seorang diplomat yang demen sastra juga ada Pablo Neruda, si penyair dari Chile itu. Keren ya?

Latin ini sangat kental orang-orang kirinya. Ide-ide mereka para idealis tidak jauh-jauh dari isu orang-orang kecil (ya, iyalah). Rumah, tanah, kehidupan yang tidak layak, gerakan politik revolusioner, lingkungan, dan lain-lain. Dan di sinilah saya bisa lihat hal-hal kecil yang kerap terabaikan oleh orang-orang. Kalau dipikir-pikir ya memang hal-hal itulah yang perlu diperjuangkan, juga di Indonesia. Ada empati yang disisipkan secara tidak langsung macam pesan afirmasi dari karya-karya mereka. Tema-tema itu mungkin cukup berat, tapi masih bisa dicerna lezat, soalnya digarap dengan imajinasi yang patut disujudi. Ada karya yang nggak mau mati (iya nggak mau!) paling gemilang: tentu Don Quixote. Terlepas dari kontroversi plagiarisme Cervantes atas karya seorang Arab, Quixote ini lebih terkenal dari penulisnya. Masa udah berabad-abad tapi masih terkenal dan dipelajari sampai sekarang? Quixote memang rekaan, tapi padanannya ada di dunia nyata. Siapa itu? Para pemabuk keyakinan. Quixote merayap, keluar dari buku, dan menjelma jadi orang-orang yang demo menuntut sesuatu yang nggak ada itu. Magnificent!

Pokoknya mau terus mempelajari Amerika Latin, soalnya enak dinikmati dan perlu (kaya slogan majalah mingguan ya, namun dengan sedikit pengubahan). Ke depan saya janji menambahkan ini (siapa juga yang minta?). Soalnya emang perlu!

Gambar header adalah ilustrasi dari kisah Don Quixote. Sapuan kuas di atas keramiknya kelihatan kalem dan tentu: Quixote masih tampak tolol.

Pic source

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s